Skip to main content

Hasil Olah TKP, Penculikan Bayi Anggota Brimob Bone Ternyata Direkayasa

Penculikan
Ilustrasi.


KABAR.NEWS, Makassar - Polisi menemukan adanya kejanggalan kasus penculikan bayi berumur 11 hari di Dusun Baringeng, Desa Mattampa Bulu, Kecamatan Bengo, Kabupaten Bone. 

 

Kapolres Bone AKBP Kadarislam Kasim menilai kasus penculikan bayi 11 hari adalah rekayasa atau dibuat-buat oleh ibu angkat bayi, Anugrah Nurika (29).


Hal tersebut mulai terungkap, saat polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta diperkuat dengan keterangan Anugrah Nurika yang mengaku anak yang diculik tersebut sebenarnya bukan anak kandungnya, melainkan anak yang diadopsi dari perempuan asal Kabupaten Barru, berinisal IR.


Baca Juga:


Kadarislam Kasim mengaku dirinya sejak awal sudah melihat  kejanggalan sehingga diputuskan untuk langsung dilakukan olah TKP dan ditemukan pula keanehan antara hubungan para saksi yang ada. 


"Rekayasa itu terungkap usai Nurika sendiri yang mengaku bahwa bayi yang diculik"itu bukan bayi kandungnya, melainkan bayi yang dia beli di Kota Makassar," ucap Kadarislam, Jumat (21/12/2018).


Dari pengakuan Nurika, kata Kadarislam, awalnya ia berkunjung ke Kota Makassar beberapa waktu lalu. Dan tiba saja, waktu itu ia serasa hendak melahirkan, sehingga langsung dibawa ke salah satu Rumah Sakit bersalin di Kota Makassar untuk menjalani persalinan.


"Waktu dia di Makassar, kan hamil ini ceritanya. Begitu dia di Makassar, sayangnya bayi yang dikandung Nurika keguguran dan bayinya pun tidak sempat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia,"ungkapnya. 


Akibat keguguran tersebut, Nurika pun dihantui rasa takut dan tidak berani memberitahukan hal tersebut kepada suaminya. Namun, di rumah sakit tersebut, Nurika ketemu dengan seorang wanita asal Barru yang juga hendak melahirkan. 


Seketika itu, Nurika ditawarkan bayi oleh wanita asal Kabupaten Barru itu agar dirawatnya jika sudah lahir. Tak ingin kena marah oleh suaminya, Nurika pun menerima tawaran tersebut dan sambil menyepakati beberapa kesepakatan seperti memberikan uang sebesar Rp 8 Juta dan membebaskan nantinya ketemu dengan anaknya.


"Karena dia keguguran, dia ndag enak sama suaminya segala macam, dia cari-cari, ada anak hasil hubungan gelap, tidak diterima sama keluarganya. Dia (Nurika) biayai sama pengobatan dokternya akhirnya dia bawalah anak (bayi IR) ini ke Bone," bebernya.


Beberapa hari kemudian, orang tua kandung dari bayi tersebut kerap menghubungi Nurika dan meminta untuk dipertemukan dan bahkan meminta kembali bayinya itu. Sejak saat itulah rekayasa penculikan bayi itu terjadi dan Nurika lagi-lagi enggan memberitahu suaminya tentang perkara yang sebenarnya. 


"Suami Nurika ini tidak tahu apa-apa terkait perkara ini dan betul-betul di setting atau direkayasa oleh istrinya sendiri," pungkasnya. 

 

  • Lodi Aprianto

 

loading...