Skip to main content

Hadiri Pelatihan Caleg Demokrat Makassar, Danny Pomanto: Ini Seperti Reuni KoKo

Demokrat
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto bersama Ketua Demokrat Makassar Adi Rasyid Ali saat membuka acara Pelatihan Strategi dan Pendidikan Caleg Demokrat Makassar di Hotel Novotel Makassar, Jumat (7/12/2018). 


KABAR.NEWS, Makassar - Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto menghadiri pelatihan strategi dan pendidikan Calon Legislatif (Caleg) Partai Demokrat Makassar di Hotel Novotel Makassar, Jumat (7/12/2018). 


Danny mengaku dirinya merasa seperti menghadiri reuni KoKo (Kotak Kosong) saat di Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Makassar lalu. 


" Kalau di Jakarta ada reuni 212, kalau di sini saya seperti menghadiri reuni KoKo," ujarnya yang disambut tepuk tangan kader Demokrat Makassar. 


Baca Juga: 


Ia mengatakan kader Demokrat Makassar tetap menjaga semangat perjuangan seperti saat Pilwalkot Makassar lalu yang dimenangkan Kotak Kosong. 


" Ada progres yang kuat dari kader Demokrat Makassar menghadapi Pilpres dan Pileg. Kita memang berbeda pilihan di Pilpres, tapi kita harus sama yaitu mencintai kota Makassar," sebutnya. 


Ia menambahkan Demokrat Makassar di Pileg nantinya akan mendapatkan kursi maksimal dan siap membantu meski saat ini dirinya tercatat sebagai kader Partai NasDem. 


" Saya membantu Demokrat sah-sah saja. Di Demokrat kan banyak sahabat saya. Saya kira potensi Demokrat sangat besar sekali, sekarang tinggal bagaimana Demokrat memanfaatkan benefit (kemenangan di Pilwalkot) itu," tegasnya. 


Sementara itu, Ketua Demokrat Makassar Adi Rasyid Ali mengaku di Pileg 2019 nanti memiliki target maksimal perolehan kursi di parlemen Makassar. 


" Kita ingin target yang terbaik, kita tidak mau muluk-muluk lah. Setidaknya bisa 8 atau 9 kursi," ungkapnya. 


Ia pun menegaskan Partai Demokrat Makassar sudah memiliki strategi sendiri menghadapi Pileg yang bersamaan dengan Pilpres. 


" Untuk target suara di masing-masing Caleg, kita masih simulasi. Tapi kita punya strategi sendiri yang tidak bisa kami ungkapkan di publik," pungkasnya. 

 

loading...