Skip to main content

Granat Kecewa, Terdakwa Kasus Narkoba 5 Kilogram Divonis Belasan Tahun

sidang kasus narkoba
Salah satu terdakwa dalam kasus Narkoba 5 kilogram mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Kelas I B Maros. (KABAR.NEWS/Asiz)

KABAR.NEWS, Maros - Pengadilan Negeri Kelas I B, Kabupaten Maros kembali menggelar sidang terkait kasus penyalahgunaan narkoba sebanyak 5 kilogram, Rabu (16/08/2017).

Diketahui sebelumnya, ketiga terdakwa ditangkap oleh petugas pada Januari lalu. Pelaku pertama yang ditangkap adalah Fikar (23). Dimana, pelaku ditangkap saat mengambil barang di Cargo Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

Kemudian, polisi melakukan pengembangan dan berhasil menangkap pelaku Sukri (27) dan Muhlis (38) yang diduga otak dan pemilik 5 Kilogram narkoba tersebut.

Dalam kasus persidangan yang digelar Rabu siang tadi, tiga orang terdakwa yang telah terbukti melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkoba divonis berbeda-beda. Dimana, terdakwa Fikar divonis 10 tahun penjara dengan denda Rp1 Miliar dan subsidair enam bulan penjara.

Terdakwa Sukri divonis 12 tahun penjara dengan denda Rp1 Miliar dan subsidair enam bulan penjara. Kemudian Muhlis alias Ollo dijatuhi hukuman 18 tahun penjara dengan denda Rp1 Miliar dan subsidiair enam bulan penjara.

"Jika terdakwa tidak bisa membayar uang denda senilai Rp1 Miliar, maka dikenakan kurungan penjara enam bulan," sebut Hongkun Otoh, Ketua Majelis Hakim saat membacakan putusan.

Terpisah, Ketua Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Maros, Muhammad Bakri mengaku kecewa dengan putusan Pengadilan Negeri (PN) Maros yang menjatuhkan vonis hukuman kepada tiga orang terdakwa kasus Narkoba 5 kilogram yang jauh dibawa tuntutan jaksa yakni penjara seumur hidup.

"Putusan pengadilan ini sangat jelas bertentangan dengan keinginan seluruh komponen bangsa dalam memerangi narkoba yang sudah nyata merusak generasi kita," ujar Bakri via telephone.

Menurutnya, dengan kepemilikan barang bukti 5 kg sabu, hakim seharusnya menjatuhkan hukuman maksimal seumur hidup sebagaimana yang diatur dalam pasal 114 undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

"Kalau kita merujuk ke pasal 114 ayat dua, barang bukti diatas 1 kilogram diancam dengan hukuman mati. Tapi ini kok malah jauh dari tuntutan jaksa yang menuntut mereka seumur hidup," terangnya.

Ia berharap, Jaksa Penuntut Umum (JPU) segera melakukan banding. Karena menurutnya, vonis hakim terhadap ketiga terdakwah dinilai sangat tidak masuk akal.

  • Asiz