Skip to main content

Gerindra Sebut Deretan Prestasi Prabowo, Mulai dari Pencak Silat sampai Misi Pendakian Puncak Everest

Bzj
Prabowo Subianto. (Int)

KABAR.NEWS, Jakarta - Partai Gerindra melalui anggota Badan Komunikasi DPP Partai, Andre Rosiade mengatakan capaian Indonesia yang berhasil menyabet 14 medali emas cabor pencak silat di Asian Games 2018 menjadi prestasi dan bukti kinerja Prabowo Subianto.

Pernyataan tersebut menyusul munculnya pertanyaan mengenai prestasi Prabowo yang dilontarkan Direktur Relawan Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Maman Imanulhaq.

Maman mengatakan, hingga kini prestasi Prabowo masih sulit dicari.

"Sebagai Ketum IPSI beliau berprestasi luar biasa, 14 emas dipersembahkan dari cabor pencak silat," kata Andre Rosiade kepada wartawan, Jumat (21/9/2018).

Selain di pencak silat, Andre juga menyebut prestasi lain yang ditoreh Prabowo, yakni ketika masih aktif bertugas di satuan TNI. Menurut dia, di tangan Prabowo Kopassus berhasil menjadi pasukan elite kelas dunia.

"Pak Prabowo sebagai TNI saat ada kejadian di Papua ada asing diculik, kemudian tentara Inggris dan Amerika bilang hanya Rambo yang bisa menyelematkan sandera ini. Pak Prabowo memimpin Kopassus dan berhasil menyelematkan sandera itu. Makanya waktu itu Kopassus disebut sebagai salah satu tentara elite dunia," jelas Andre.

Selain itu, Prabowo juga berhasil memimpin misi pendakian Gunung Everest. Andre menceritakan bendera Merah-Putih bisa berkibar di puncak Everest salah satunya berkat kegigihan sang ketum. 

"Bagaimana Pak Prabowo berhasil menancapkan Sang Saka Merah-Putih di puncak Everest sebagai negara Asean pertama yang menancapkan itu," sebut dia. 

Andre kemudian balik menyindir Jokowi yang disebut Maman tak memiliki kelemahan. Andre menilai Jokowi gagal melaksanakan janji-janji kampanye 2014.

Ia pun menyebut Jokowi layak diganti. Menurut Andre, lirik lagu 'Potong Bebek Angsa' yang diubah Waketum Gerindra Fadli Zon pas menggambarkan kondisi Jokowi.

"Pada kenyataannya Pak Jokowi gagal melaksanakan janji-janjinya di 2014 kemarin. Sehingga ya, masak udah gagal kok maksa minta dua kali? Seperti lagu Potong Bebek angsa Pak Fadli itu, Pak Jokowi memang 2019 harus diganti," tegasnya.

Direktur Relawan TKN Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Maman Imanulhaq menyebut prestasi Prabowo Subianto sulit dicari. Hal ini dinilai Maman berbeda dengan capres usungannya, Jokowi yang justru sulit dicari kelemahannya.

"Kalau ditanya, apa bedanya Pak Jokowi dan Pak Prabowo? Jawabannya sederhana, sulit mencari kelemahan Pak Jokowi seperti sulit mencari prestasinya Pak Prabowo," ujar Maman, Kamis (20/9).