Skip to main content

Genap Berusia 412 Tahun, Begini Sejarah Berdirinya Kota Makassar

hut makassar
Penyerahan bantuan di HUT HUT ke-412 Kota Makassar. (Ist)

KABAR.NEWS, Makassar- Kota Makassar genap berusia 412 tahun. Sebagai bentuk rasa syukur, Pemkot Makassar menggelar acara peringatan puncak HUT ke-412 Kota Makassar, di Lapangan Karebosi Makassar, Sabtu (9/11/2019).


Ketua DPRD Makassar, Rudianto Lalo, menyampaikan sejarah Kota Makassar yang merupakan ibukota Provinsi Sulawesi Selatan saat ini. Bahkan nama Kota Makassar sendiri pernah berganti nama secara resmi menjadi Ujung Pandang sejak tahun 1971 sampai dengan tahun 1999. 


Awal kota Makassar dan bandar Makassar berada di muara Sungai Tallo dengan pelabuhan niaga kecil di wilayah itu pada penghujung abad XV. Sumber-sumber Portugis memberitakan, bahwa bandar Tallo itu awalnya berada di bawah Kerajaan Siang di sekitar Pangkajene. 


Pada  pertengahan abad XVI, Tallo bersatu dengan sebuah kerajaan kecil lainnya yang bernama  Gowa, dan mulai melepaskan diri dari Kerajaan Siang, bahkan menyerang dan menaklukkan kerajaan-kerajaan sekitarnya.


Akibat semakin intensifnya kegiatan pertanian di hulu Sungai Tallo, mengakibatkan pendangkalan sungai Tallo, sehingga bandarnya dipindahkan ke muara sungai Jeneberang, disinilah terjadi pembangunan kekuasaan kawasan istana oleh para ningrat Gowa-Tallo yang kemudian membangun pertahanan benteng Somba Opu, yang seratus tahun kemudian menjadi wilayah inti Kota Makassar. 


Baca juga: Iqbal Suhaeb Ajak Legislator Makassar Kolaborasi Majukan Kota Makassar 



Pada masa pemerintahan Raja Gowa XVI, didirikan Benteng Rotterdam, pada masa itu terjadi peningkatan aktivitas pada sektor perdagangan lokal, regional dan internasional, sektor politik serta sektor pembangunan. 


Hanya dalam seabad saja, Makassar menjadi salah satu kota niaga terkemuka dunia yang dihuni lebih 100.000 orang (kota terbesar ke 20 dunia). Pada zaman itu jumlah penduduk Amsterdam, yang termasuk kota kosmopolitan dan multikultural baru mencapai sekitar 60.000 orang. 


"Perkembangan bandar Makassar yang demikian pesat itu, berkat hubungannya dengan perubahan-perubahan pada tatanan  perdagangan internasional masa itu," papar Rudianto. 


Raja Gowa ke-XIV I Mangngarangi Daeng Manrambia dengan Gelar Sultan Alauddin (memerintah Tahun 1593-1639), dan dengan Mangkubumi I-Mallingkaang Daeng Manyonri Karaeng Katangka yang juga sebagai Raja Tallo. Kedua raja ini, yang mulai memeluk Agama Islam di Sulawesi Selatan. 


Pada tanggal 9 Nopember 1607, tepatnya hari Jum'at, diadakan shalat Jum'at pertama di Mesjid Tallo dan dinyatakan secara resmi bahwa penduduk Kerajaan Gowa-Tallo telah memeluk Agama Islam, pada waktu bersamaan pula, diadakan shalat Jum'at di Mesjid  Mangallekana di Somba Opu. 


"Tanggal inilah yang selanjutnya diperingati sebagai Hari Jadi Kota Makassar sejak Tahun 2000, yang sebelumnya hari jadi kota Makassar diperingati pada tanggal 1 April setiap tahunnya," jelasnya.


*Fitria/Cp/Rls/C

 

loading...