Skip to main content

Gempa 6 SR Situbondo, Soekarwo Janjikan Perbaikan Rumah Warga 

Gempa Bumi
Gubernur Jawa Timur (Jatim) Soekarwo bersama Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan saat meninjau rumah warga yang terdampak gempa 6 SR.(detikcom) 


KABAR.NEWS, Surabaya - Gempa 6 Skala Ritcher (SR) yang mengguncang Situbundo membuat sejumlah bangunan di wilayah terdampak gempa seperti di Situbondo dan Sumenep mengalami kerusakan berat. 


Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jatim menyebut gempa 6 SR di timur laut Situbondo juga 'menggoyang' 22 dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. BPBD juga memastikan daerah yang merasakan dampak terparah adalah di Kabupaten Sumenep.


Baca Juga: 


"Gempa yang terjadi pukul 01.55 WB berdampak di 22 kota/kahupaten. Kerusakan paling parah di Kabupaten Sumenep," kata Kepala BPBD Jatim Suban Wahyudiono dikutip dari detikcom, Kamis (11/10/2018).


Ke-22 kabupaten/kota di Jatim yang merasakan getaran gempa tersebut di antaranya Banyuwangi, Situbondo, Jember, Bondowoso, Kota Probolinggo, Kabupaten Probolinggo, Kota Pasuruan, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Malang, Kota Malang, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Blitar, Kota Blitar, Kota Surabaya, Pamekasan, Bangkalan, Sampang, Sumenep, Kabupaten Jombang serta Kota dan Kabupaten Mojokerto.


Sementara itu, Gubernur Jawa Timur (Jatim) Soekarwo mengatakan penanganan imbas gempa 6,0 SR yang mengguncang Situbondo dan berimbas kepada sejumlah wilayah lain di Jawa Timur akan menjadi tanggung pemerintah provinsi (Pemprov). Ia mengaku tak ingin membebani hal ini pada pemerintah daerah (Pemda).
 

"Semuanya kita informasikan, semua rumah rusak tanggung jawab Pemerintah Provinsi," ujarnya, Kamis (11/10/2018).


Tak hanya bertanggung jawab pada kerusakan infrastruktur. Pakdhe Karwo sapaan akrabnya mengatakan pihaknya juga akan menangani seluruh korban, baik yang luka atau yang meninggal dunia. 


"Yang kedua semua mereka yang sakit, tanggung jawab pemerintah. Bahkan kabupaten kalau bisa ndak usah. Semuanya provinsi, kita sudah koordinasi dengan Pak Bupati katanya terserah pak Gubernur saja," lanjutnya. 


Tak hanya itu, untuk korban meninggal, Pakdhe Karwo telah menyiapkan santunan awal sebesar Rp 5 juta. Namun, bagi Pakdhe Karwo, bantuan ini pun tak cukup karena menurutnya kehadiran seorang pimpinan di tengah-tengah masyarakat akan sangat membantu untuk memberikan rasa aman. 


"Terus yang meninggal kita berikan santunan, tapi lebih daripada itu dengan beliau beliau (Forkopimda) akan membikin rasa tenang kepada masyarakat jika Pemerintah hadir di dalam itu untuk menyelesaikan permasalahan disana secepat-cepatnya," pungkasnya.


Terpisah, Kapolres Badung AKPB Yudith Satriya Hananta memastikan tak ada kerusakan bangunan yang terjadi di wilayahnya. Untuk diketahui, Badung merupakan kabupaten tempat diselenggarakannya pertemuan tahunan IMF-World Bank 2018 di Nusa Dua. 


"Sampai saat ini tidak ada dampaknya," jelas Yudith.


Hal senada disampaikan Kapolres Gianyar AKBP Priyanto. Priyanto memastikan tak ada wilayahnya yang terdampak gempa. 


"Terasa getaran saja. Nihil kerusakan," ujarnya.

 

Sebelumnya diberitakan, gempa yang berpusat di 61 km arah timur laut dari Situbondo, Jawa Timur, itu terjadi pada Kamis (11/10) dini hari. Titik koordinat pusat gempa adalah 7,42 Lintang Selatan dan 114,47 Bujur Timur dan berada di kedalaman 10 km.