Skip to main content

Gegara Virus Corona, Masker N95 Langka di Makassar 

Masker
Apoteker Penanggung jawab Kimia Farma Alauddin Kiki, Kamis, (30/1/2020)

KABAR.NEWS, MAKASSAR - Masyarakat di seluruh dunia belakangan ini dihebohkan dengan berita Virus Corona yang telah menawaskan ratusan orang di Wuhan Cina. Adanya virus baru yang cukup mematikan tersebut menyebabkan masyarakat semakin waspada. Buktina, penjualan masker di beberapa apotik menjadi meningkat drastis.


"Kalau di Apotik Kimia Farma Alauddin, semenjak munculnya berita Virus Corona yang menyebar, penjualan masker sangat meningkat dibanding hari-hari biasanya sebelum munculnya pemberitaan tentang virus tersebut," kata Kiki, yang merupakan Apoteker penanggung jawab di apotek Kimia Farma Alauddin, Kamis (30/1/2020).


Lanjut Kiki mengatakan bahwa penjualan masker terutama N95 yang kekuatan saringnya lebih besar adalah masker yang paling banyak dicari. Selain itu, masyarakat juga sudah mulai banyak yang sadar akan pentingnya daya tahan tubuh, sehingga penjualan suplemen juga ikut naik.


Lebih lanjut Ia menjelaskan bahwa untuk masker N95, pihaknya sudah melakukan order untuk kedua kalinya. Dalam satu minggu bisa habis sampai 10 box lebih. 1 box isi 50 pcs. Bahkan satu orang biasa melakukan pembelian lebih dari satu box. Masker N95 yang dijual ada dua tipe dengan kisaran harga antara Rp25.000 - Rp50.000/PCS.


"Sekarang kebetulan pada distributor yang biasa saya pesan itu barangnya sudah habis, katanya nanti bulan Februari lagi baru masuk, jadi N95 betul-betul langka dan sudah habis di apotek kami," imbuhnya.


Sedangkan masker yang tersedia sekarang hanyalah masker biasa. Masker yang dipakai sehari-hari atau masker sekali pakai yang saat basah sudah tidak bisa digunakan. 

 

"Ada masker daily Hijab serta masker biasa untuk ditelinga. Dengan bermacam-macam harga ada yang Rp.1000/Pcs, dan ada juga yang Rp.7.500/4Pcs," jelasnya.


Kiki juga menunjukkan bagaimana kebiasaan memakai masker biasa (masker warna hijau) yang salah pada masyarakat saat ini. Yakni posisi masker yang terbalik untuk posisi yang sedang sakit dan menghindari penyakit.


Kiki


Pada saat menghindari penyakit maka posisi yang benar adalah dengan posisi yang berwarna putih atau saringan pada masker yang ditempatkan di bagian luar untuk menyaring penyakit yang akan masuk ke hidung dan mulut.


Sedangkan pada saat sakit, posisi saringan berwarna putih ditempatkan di bagian dalam dekat dengan hidung dan mulut untuk menyaring penyakit agar tidak menyebar ke orang lain.


"Pada saat dibuang atau dilepas, usahakan agar tidak memegang bagian saringan baik itu yang berwarna putih atau hijau, tapi dengan memegang tali yang ada, dilepas lalu dibuang," tutupnya.


Penulis: Mustawaf Ansar/B
 

 

loading...