Skip to main content

Gaji Luis Milla Menunggak Rp6,9 M, Edy Rahmayadi: Itu Urusan Ketua PSSI

PSSI
Ketua PSSI, Edy Rahmayadi.(DOK)


KABAR.NEWS, Jakarta - Kabar tak sedap menyeruak tentang alotnya negosiasi perpanjangan kontrak Luis Milla dengan induk sepak bola Indonesia, PSSI. 


Dikabarkan belum adanya kata sepakat perpanjangan kontrak Luis Milla dikarenakan masalah tunggakan gaji selama tiga bulan sebesar Rp 6,9 miliar yang belum dibayarkan PSSI. 


Baca Juga: 


Terkait hal tersebut Ketua PSSI, Edy Rahmayadi mengatakan persoalan tersebut hanya untuk konsumsi internal federasi.


"Perpanjangan kontrak sedang dilakukan. Itulah yang dibilang nunggak-nunggak. Kan perlu satu (kesepakatan), berapa dia minta, berapa kami siap," ujarnya dikutip dari Kumparan, Kamis (13/9/2018).


"Perkara betul atau tidak urusan Ketua PSSI. Yang penting, rakyat Indonesia mengetahui bahwa 23 pemain senior dilatih Luis Milla,"imbuhnya.


Hingga kini, baik pihak PSSI maupun Milla belum menunjukkan tanda-tanda sepakat. Padahal, tenggat yang diberikan federasi sudah semakin dekat, yakni 14-15 September. 


Alih-alih kesepakatan, malah mencuat nama Simon McMenemy sebagai pilihan PSSI apabila gagal menggaet Milla. Menyoal hal tersebut, Edy juga menolak berbicara lebih jauh karena negosiasi masih berlangsung. Namun, andai Milla masih bersedia menangani 'Garuda' kelak, Edy mengaku siap bertanggung jawab sehingga tunggakan gaji tak terjadi.


"Kalau gajinya, itu urusan Ketua PSSI, bukan urusan kalian. Ketua PSSI nanti yang menggaji. Kalau saya sampaikan di sini, memang kalian mau membayar?" ucap Edy.


Milla sendiri ditawari perpanjangan kontrak satu tahun dengan target menjuarai Piala AFF 2018, turnamen yang tidak pernah dimenangi Timnas Indonesia. Tidak mudah tentunya mengingat capaian paling bagusnya cuma menyumbangkan medali perunggu SEA Games 2017.

 

Sebelumnya diberitakan, anggota Komite Eksekutif PSSI, Gusti Randa mengungkapkan, PSSI masih lalai dalam pembayaran gaji Milla selama tiga bulan terakhir dengan nominal total Rp 6,9 miliar.