Skip to main content

Fokus Tracing Pasien, 15 Kecamatan di Makassar Rawan Corona

Fokus Tracing Pasien, 15 Kecamatan di Makassar Rawan Corona
Penjabat Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb saat menyemprotkan disinfektan di bus MRT. (KABAR.NEWS/Irvan Abdullah)

KABAR.NEWS, Makassar - Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar fokus melakukan tracing atau melacak jejak kontak dari dua pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 yang meninggal dunia.


Hingga Rabu (25/3/2020), jumlah orang dalam pengawasan (ODP) terkait virus coorona sebanyak 36, PDP sebanyak 36 dan pasien positif sebanyak 3. Dua pasien corona masih dirawat, 1 meninggal dunia.


Baca juga: Mantan Rektor Unhas Prof Idrus Paturusi Positif Corona


Banyaknya jumlah PDP Covid-19 di Makassar lantas tak menjadi perhatian pemkot untuk melakukan pemetaan wilayah rawan corona. Penjabat Wali Kota Iqbal Suhaeb menganggap mapping PDP tak efektif melawan corona.


"Kita tidak lakukan pemetaan wilayah begitu, saya pikir tidak akan menjamin virusnya menyebar ke mana-mana kalau begitu," kata Iqbal di Makassar, Rabu (25/3/2020).


Iqbal menandaskan pihaknya fokus melacak kontak pasien yang terjangkit. Dirinya merasa langkah ini jauh lebih efektif dibandingkan pemetaan wilayah yang rawan tersebut


"Kita lebih fokus pada tracing kontak pasien, biar kita tahu dan segera bisa periksa siapa-siapa yang pernah ditemui," lanjut Iqbal.


Sementara, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar Naisyah Tun Azikin juga menegaskan tidak ada zona merah Covid-19 di Makassar. Dia menyebut semua wilayah berpotensi terinfeksi jika tidak ditangani tracing pasien lebih jauh.


Baca juga: Data Positif Corona 25 Maret: Total 790 Kasus, di Sulsel Jadi 13 Pasien


"Kita tidak tentukan per zona, tidak ada zona merah. Saya kira 15 Kecamatan di Makassar itu berpotensi terkena semua, maka itu diantisipasi semua dengan mendeteksi siapa yang terinfeksi, kontak pasien sama siapa saja," tandas Naisyah


Penulis: Fitria Nugrah Madani/B

 

loading...