Skip to main content

Eksperimen Obat-obatan di Amerika Serikat Paling Banyak Gunakan Monyet

Eksperimen Obat-obatan di AS Paling Banyak Gunakan Monyet
Monyet Rhesus. (INT)

KABAR.NEWS - Monyet menjadi hewan primata tertinggi yang digunakan untuk penelitian biomedis di Amerika Serikat (AS), sepanjang tahun 2017 lalu berdasarkan data Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA).


Baca juga:

Ilmuwan medis AS percaya, bahwa primata non manusai lebih berguna dibanding hewan lain seperti tikus dan anjing untuk dijadikan objek observasi obat-obatan dan mempelajari penyakit yang menyerang manusia.

"Saya pikir jumlahnya menjadi tren karena hewan-hewan ini memberi kita data yang lebih baik. Kami membutuhkan mereka lebih banyak dari sebelumnya, ” kata Direktur Pusat Penelitian Primata Nasional Tulane di Covington, Louisiana, Jay Rappaport, dilansir dari Science Mag, Minggu (4/11/2018).

Peningkatan jumlah monyet sebagai objek menguji obat-obatan tidak lepas dari dukungan dana dari National Institutes of Health (NIH), yang mendukung banyak penelitian primata non-manusia di AS.

Data USDA yang baru, menyebut para ilmuwan menggunakan 75.825 primata bukan untuk penelitian tahun lalu. Angka itu naik 22 persen sejak 2015 dan meningkat 6 persen sejak 2008.


Monyet jadi Hewan Eksperimen Biomedis tertinggi di AS
Persentase penggunaan hewan untuk kebutuhan eksperimen obat di AS. (Science Mag)

Sebaliknya, jumlah kucing, anjing, kelinci, dan hewan lainnya yang dicatat oleh USDA semuanya digunakan dalam jumlah yang lebih rendah sejak satu dekade terakhir.

Hampir dua pertiga dari primata non-manusia yang didukung oleh NIH adalah rhesus macaques atau monyet rhesus, dengan cynomolgus macaques atau monyet kra (15 persen), baboon (6 persen), dan belasan spesies monyet lainnya.

Pada September 2018, NIH merilis bahwa meningkatnya permintaan untuk rhesus kera tampaknya didorong oleh peneliti yang mempelajari HIV/ AIDS, otak, penyakit Alzheimer, dan kecanduan.

Tingginya jumlah penggunaan hewan di laborotorium medis ditentang publik AS. Jajak pendapat Pew Research Center baru-baru ini mengungkap bahwa 52 persen orang Amerika menentang studi semacam itu. 

Aktivis perlindungan hewan, mendesak kongres agar menghentikan NIH dan perusahaan medis yang menggunakan hewan primata sebagai objek eksperimen.

"Saya pikir ketika Kongres melihat angka-angka ini, hal-hal akan menjadi kenyataan," kata, Direktur Anti-Vivisection Society, Mike Ryan.

"Uji coba primata yang menyakitkan itu memalukan, dan tidak ada tempat di abad 21," katanya.



loading...