Skip to main content

Dugaan Suap Oknum Jaksa Kejati Sulsel, Amankan Kasus Korupsi?

Kejati Sulsel
Doc : Kantor Kejati Sulselbar, Jalan Urip Sumoharjo Makasar / (KABAR.NEWS - Irvan Abdullah)

KABAR.NEWS, Makassar - Nama institusi hukum Kejaksaan Tinggi (Tinggi) Sulsel tercoreng. Sebabnya salah satu oknum jaksa senior dilingkup Kejati diduga menerima suap ratusan juta rupiah.

 

Itu terkuak saat Tim Bidang Pengawasan Kejaksaan Agung (Kejagung) RI diterbangkan ke Makassar untuk memeriksa oknum jaksa yang diketahui berinisial WT. Ia bertugas di Bagian Pengawasan Kejati Sulsel.

 

WT diperiksa secara maraton terkait dugaan suap dalam proses penanganan perkara Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pengadaan obat dilingkup RSUD Andi Makkasau Parepare atau proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare, tahun 2016.

 

Informasi yang dihimpun KABAR.NEWS berdasarkan keterangan pihak setempat, bahwa WT diduga menerima suap Rp 500 juta dari salah satu pejabat lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare guna menghentikan atau mengamankan kasus tersebut yang saat itu dalam tingkat penyidikan. 

 

Untuk persoalan WT sendiri, diketahui telah ditingkatkan ketahap inspeksi kasus, setelah ditemukan bukti-bukti dan keterangan sejumlah saksi.

 

Saat dikonfirmasi, Inspektur IV Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas) Kejagung RI, Wisnu Baroto tidak menampik persoalan itu. Hanya saja ia mengaku saat ini belum bisa terlalu jauh berkomentar.

 

"Belum ada yang bisa komentar jauh, ya karena ini masih dalam proses. Coba tanyakan ke Penkum," kata Wisnu, Kamis (12/9/2019) malam tadi.

 

Terkait ditingkatkannya kasus tersebut ketahap inspeksi, Wisnu akan memastikan beberapa waktu kedepan. "Saya belum cek, nanti saya cek ke staf saya, jadi saya belum tahu pasti kalau soal itu (peningkatan ke tahap Inspeksi)," singkatnya. 

 

KABAR.NEWS juga telah mencoba mengkonfirmasi ke pihak Kejati Sulsel, hanya saja hingga berita ini diturunkan, pihak Kejati belum ada yang siap berkomentar.

 

Itu terbongkar saat adanya laporan dari masyarakat yang mengetahui persoalan. Sebagaimana diketahui, kasus ini menyeret tiga orang tersangka, salah satunya mantan Direktur RSUD Parepare, Muh Yamin dan saat ini masih dalam penanganan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Parepare. 

 

Andi Frandi

 

 

 

loading...