Skip to main content

Dua WNI Disandera ABu Sayyaf, Menlu: Kita Jalin Kontak dengan Intelejen

Menlu
Menlu Retno Marsudi saat Talkshow di Baruga AP Pettarani Universitas Hasanuddin Makassa, Sabtu (24/2/2019). (KABAR.NEWS)

 

KABAR.NEWS, Makassar - Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno L Marsudi mengaku Kementerian Luar negeri (Kemenlu) terus berkomunikasi dengan otoritas pemerintah Filipinan terkait disanderanya dua Warga Negara Indonesia (WNI) oleh milisi Abu Sayyaf.


Retno mengatakan selain dua WNI yang ditahan Abu Sayyaf, juga ada satu warga negara Malaysia yang juga disandera. Retno juga mengaku Kemenlu sudah mengupayakan beberapa cara untuk membebaskan dua WNI. 


Baca Juga:


"Upayanya macam-macam. Kita kontak dengan otoritas-otoritas yang paling basic adalah melakukan komunikasi dengan otoritas yang berada di Filipina. Kita juga berkomunikasi dengan pemilik kapal, karena pemilik kapalnya adalah warga malaysia, dan sebagainya," ujarnya saat ditemui di sela-sela Talkshow di Baruga AP Pettarani Universitas Hasanuddin Makassar, Sabtu (24/2/2019).


Selain itu, kata dia, Kemenlu juga menjalin komunikasi dengan intelejen untuk mendapatkan informasi lapangan yang ada di Filipina.  Hal itu dilakukan guna memberikan informasi kepada keluarga korban tentang kondisi keluarganya yang ditahan Abu Sayyaf. 


"Keluarga merupakan bagian penting dari upaya kita. Oleh karena itu, keluarga sudah kita hubungi dan setiap kali update dengan upaya yang kita lakukan," tegasnya. 


Ia menambahkan upaya pembebasan dua WNI yang disandera oleh Abu Sayyaf bukan perkara mudah. Meski demikian, Kemenlu akan terus berupaya untuk melindungi warganya di luar negeri. 


"Paling penting pemerintah terus berupaya, karena perlindungan warga negara Indonesia merupakan salah satu prioritas politik luar negeri Indonesia," sebutnya. 


Diberitakan sebelumnya, beredar video tentang penyanderaan dua WNI oleh Abu Sayyaf. Diduga, dua WNI tersebut disandera oleh Abu Sayyaf sejak 5 Desember lalu. 

 

  • Ratih Sardianti Rosi

 

loading...