Skip to main content

Dipaksa Berbuat Cabul, Begini Pengakuan Usman Tentang Pembunuhan Sadis di Bantaeng

kabar.news
Usman (33), yang dituding berzina dengan korban RS (16). (KABAR.NEWS/Akbar Razak)
 
 

KABAR.NEWS, BANTAENG - Misteri kematian RS (16), warga Desa Pattaneteang, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan mengungkap fakta baru.

 

Fakta tersebut dari hasil pemeriksaan polisi kepada pelaku pembunuhan yang juga kakak kandung korban, Rahman. Motif pembunuhan awalnya disebut karena kasus Siri' atau Malu bagi masyarakat suku Bugis Makassar.

 

RS (16) dianggap telah berzina dengan Usman (33) yang tak lain adalah sepupunya sendiri. Sehingga keluarga menegakkan Siri' sebagai balasan atas perbuatannya.

 

Namun, pernyataan berbeda diungkapkan oleh Usman yang dituding berzina dengan korban. Dia membantah pernyataan itu.

 

Dia mengaku tidak pernah melakukan hal tidak senonoh itu dengan sepupunya. Usman berani bersumpah di atas Alquran.

 

"Demi Allah, saya berani bersumpah di atas Alquran, bahwa tidak pernah berzinah seperti informasi yang beredar luas di masyarakat," ujarnya kepada KABAR.NEWS, Rabu (20/5/2020).

 


Baca juga: Pembunuhan Sadis di Bantaeng: Dari Kabar Pesugihan Hingga Siri’


 

Tuduhan itu dianggap sangat tidak masuk akal. Usman mengaku, meski mereka masih terikat hubungan keluarga, namun intensitas Usman bertamu ke rumah korban sangat jarang.

 

Sempat Bertamu

 

Beberapa saat sebelum kejadian, Usman memang sempat bertamu ke rumah korban karena diminta oleh tetangganya.

 

Itu lantaran para tetangga rumah Darwis (ayah RS) merasa kebingungan atas beragam keanehan yang terjadi di atas rumah panggung tersebut.

 

Tetangga mendengar suara teriakan-teriakan, nyanyian dan sesekali mendengar lantunan shalawat. Di sela-sela itu juga terdengar suara gebrakan-gebrakan.

 

Sehingga bertamulah Usman, ke rumah pamannya itu untuk melihat kondisi apa yang terjadi. 

 

Mengaku Dianiaya

 

Meski berniat membantu, rupanya Usman justru menjadi korban bulan-bulanan Rahman (kakak korban). Karena diminta mengakui dirinya berzina dengan adiknya.

 

Bahkan, dia harus menerima pukulan demi pukulan menggunakan sebatang kayu, setiap kali tidak mendapat jawaban yang diinginkan Rahman.

 

Anehnya, meski terdapat 11 orang di atas rumah. Tetapi tak ada satupun yang berupaya melerai perlakuan itu.

 

Hal paling mengejutkan bagi Usman adalah saat dirinya diperintahkan untuk menjilati kemaluan RS. Tetapi dirinya menolak.

 

"Saya disuruh akui berzina. Setiap saya tidak mau mengaku saya dipukul pakai kayu. Bahkan Rahman suruh saya jilati kemaluan. Tapi saya menolak," katanya.

 

Dia beranggapan jika memang itu adalah masalah Siri', maka nyawa Usman sudah dihabisi sejak berada di atas rumah.

 

Duduk Melingkar

 

Apalagi, Usman berada di atas rumah tersebut cukup lama yakni sekitar tiga jam. Dia melihat semua anggota keluarga duduk melingkar seperti sedang menggelar ritual. Sedangkan RS dibaringkan di tengah-tengah lingkaran itu.

 

Karena merasa perlakuan yang diterima semakin tidak mengenakkan. Usman mengaku berhasil melarikan diri.

 

Tapi Rahman membuntuti hingga ke rumah Usman. Serta menyampaikan niatnya untuk menghabisi nyawa ibu dari Usman.

 

Beruntung, pintu rumah Usman bersama orangtuanya ditutup rapat. Sehingga Rahman tak berhasil masuk.

 

Penangkapan Setelah RS Meninggal

 

Sebelumnya, satu keluarga di Desa Pattaneteang, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, ditangkap personel Kepolisian Resor (Polres) Bantaeng, Sabtu (9/5/2020).

 

Mereka ditangkap lantaran diduga melakukan pembunuhan terhadap keluarganya sendiri.

 

Korban adalah seorang pelajar Inisial RS (16), yang ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan.

 

Pasalnya, terdapat beberapa bekas tebasan senjata tajam di punggungnya dan luka yang menganga di leher akibat digorok.

 

 

 

  • Penulis: Akbar Razak/B

 

 

 

Flower

 

loading...