Skip to main content

Diduga Korupsi ADD dan DD, Oknum Kades di Maros Ditetapkan Tersangka

KORUPSI
Ilustrasi. (INT)

KABAR.NEWS, Maros - Kejaksaan Negeri Maros menetapkan Kepala Desa Bonto Somba, Kecamatan Tompo Bulu berinisial MN sebagai tersangka, dalam kasus dugaan korupsi Anggaran Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2015 dan 2016.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Maros, Agung Riyadi. Ia menjelaskan, MN ditetapkan sebagai tersangka setelah dilakukan pemeriksaan terhadap sejumlah orang saksi.

"Dari pemeriksaan saksi dan barang bukti berupa dokumen, kami bersama tim menetapkan Kepala Desa Bonto Somba MN sebagai tersangka dalam kasus ini," ungkapnya, Kamis, (11/10/2018).

Dalam kasus ini, kata Agung, terindikasi kemahalan harga sewa eskavator untuk mengerjakan perintisan jalan di Dusun Bara, hingga perbatasan Malino pada tahun anggaran 2015.

Di mana, indikasi kemahalan harga sewa alat eskavator dan kelebihan jam kerja alat eskvator pada pengerjaan pembangunan perintisan jalan tersebut senilai Rp 223.163.928. "Sehingga terjadi indikasi kemahalan sebesar Rp 165.000 perjam," bebernya.

Kemudian di 2016, kembali terjadi indikasi kelebihan jam kerja eskavator pada pengerjaan pelebaran Jalan Dusun Cindakko senilai Rp. 335.863.807. Menurut Agung, sebelum penetapan tersangka, pihaknya telah memeriksa 10 orang saksi, termasuk tim inspektorat dan perangkat desa.

Kemudian, dari hasil pengecekan harga standar biaya sewa eskavator inklud sewa alat, operator dan BBM seharusnya hanya Rp 485.000 per jam. Namun dalam laporan pertanggung jawaban desa sekitar Rp650.000 perjam inklud sewa alat, operator dan BBM. "Dalam kasus ini, total kerugian negara mencapai Rp 559.027.735, " jelasnya.

  • Asiz


loading...