Skip to main content

Didemo Jutaan Warganya, Presiden Chile Copot Semua Menteri

Demonstrasi Chile
The Philadephia, RODRIGO ABD / AP (Ist) - Demonstrasi warga Chile

KABAR.NEWS, Makassar - Presiden Chile Sebastian Pinera meminta semua menterinya untuk mundur dari jabatan. 

 

Permintaan atas perombakan akbar dalam kabinetnya terjadi menyusul demonstrasi akbar jutaaan warga Chile. 

 

"Saya meminta semua menteri untuk mundur demi bisa membentuk sebuah pemerintahan yang baru dan juga bisa memenuhi dari permintaan-permintaan baru ini," kata Pinera dalam pidato kenegaraan seperti dilansir AFP oleh CNN Indonesia, Senin (28/10/2019). 

 

Pinera mengumumkan perubahan alias reshuffle besar-besaran dalam kabinet pemerintahannya, Sabtu (26/10/2019) lalu.

 

Ia juga menyatakan status darurat di negeri itu mungkin akan diangkat pada Minggu (27/10), dengan catatan telah terjadi sejumlah hal yang membuatnya bisa diwujudkan.

 

Unjuk rasa ini digelar setelah pemerintah memutuskan menaikkan tarif transportasi umum khusus pada jam sibuk sebesar US$1,17 atau sekitar Rp16 ribu. Pada Januari lalu, ongkos transportasi umum setempat juga sudah dinaikkan.

 

Unjuk rasa itu pun mengundang kericuhan. Akibat kericuhan ini, setidaknya 18 orang tewas, termasuk balita berumur empat tahun. Sebagian besar korban meninggal akibat terjebak saat menjarah toko yang kemudian dibakar.

 

Sebastian Piñera pun menetapkan status darurat nasional dan memberlakukan jam malam sejak akhir pekan lalu di Santiago.

 

Pemerintah juga telah mengerahkan sedikitnya 20 ribu polisi dan tentara untuk meredam kerusuhan, termasuk dengan menggunakan gas air mata dan meriam air ke arah para pedemo.

 

Hal ini menjadi yang pertama kali setelah negara itu kembali menerapkan demokrasi pada 1990, usai melalui fase diktator berdarah selama 17 tahun yang dipimpin Jenderal Augusto Pinochet. Saat itu militer mengudeta pemerintahan yang dipimpin Salvador Allende pada 11 September 1973.

 

Sumber : CNN Indonesia 

 

 

 

loading...