Skip to main content

Dewan Tolak Water Front City Dirubah Jadi Teras Bulukumba

Bulukumba
Bundaran Phinisi Kota Kabupaten Bulukumba.(int)

KABAR.NEWS, BULUKUMBA - Kebijakan Bupati Bulukumba, AM Sukri Sappewali, untuk mengubah nama kawasan Water Pront City menjadi Teras Bulukumba yang rencananya akan menjadi ikon baru Butta Panrita Lopi, kembali dikritik wakil rakyat. 


Perubahan nama tersebut dianggap tidak sesuai dalam Peraturan Daerah (Perda) No 21 Tahun 2012 tentang RT/RW yang hanya mencatat nama Water Pront City sebagai "Kawasan Strategis Kabupaten" dan "Kawasan Lindung Kabupaten Bulukumba. 


Menurut Ketua Fraksi PAN DPRD Bulukumba, Andi Zulkarnain Pangki, nama Water Pront City tersebut sangat jelas dalam batang RPJMD tahun 2016-2021, dan tidak ditemukan istilah Teras Bulukumba.


"Jadi pemerintah dalam melakukan perencanaan harusnya dikaji lebih baik lagi," tandas Andi Zulkarnain Pangki, Selasa (3/12/2019). 


Olehnya itu, Fraksi PAN tidak membenarkan adanya kegiatan pembangunan dalam kawasan Water Pront City tanpa adanya izin lingkungan yang di dalamnya mencakup Detail Engineering Design (DED) berupa gambar detail beberapa aspek dan komponen mendukung.


"Termasuk pemerintah harus menjabarkan apa aspek yang ada di dalam kawasan itu," tegasnya. 


Berbeda dengan Ketua Fraksi PAN, Bupati Bulukumba, AM Sukri Sappewali mengaku perubahan nama tersebut sudah sesuai dengan regulasi. 


Menurutnya, perubahan nama kawasan Water Front City menjadi kawasan Teras Bulukumba telah ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Kabupaten (KSK) untuk menjadi pengembangan kota.


Menurut AM Sukri, rencana tata ruang KSK telah ditetapkan di dua lokasi, yakni Kecamatan Ujung Bulu dan Gantarang. 


"Pada tahun 2012 lalu telah dibuat dokumen perencanaan untuk dilakukan pengembangan kota," kata Bupati AM Sukri Sappewali. 

 

Bupati dua periode ini menerangkan jika rencana pembangunan Water Front City tidak dapat di-Perdakan, karena tidak memiliki legal standing untuk dilaksanakan. Sehingga tidak ada rencana Kawasan Teras Bulukumba menggantikan Water Front City seperti yang direncakan.

 

Diketahui, Dokumen Perencanaan Tata Ruang SKS pengembangan perkotaan Water Front City dengan lingkup ruang kawasan seluas kurang lebih 102,10 hektar, berada pada wilayah laut dan pesisir pantai di bagian wilayah Kelurahan Terang-terang, Bentenge, dan Bintarore.


*Afri/B
 

 

loading...