Skip to main content

Deretan Peristiwa Penting di Bulan September

Peristiwa Penting di Bulan September
Ilustrasi. (KABAR.NEWS/Wahyu Ade Saputra)

KABAR.NEWS, Makassar - Di Indonesia, 1 September diperingati sebagai hari polisi wanita. Peringatan ini menjadi tanda jasa para polisi perempuan pun berhak untuk dirayakan. Namun tidak hanya perayaan saja yang diperingati pada bulan September.

Ada beberapa hari penting dan bersejarah lainnya. Berikut ini beberapa hari penting dan bersejarah pada bulan September yang dirangkum KABAR.NEWS dari berbagai sumber:

2 September: Hilangnya 11 hari pada bulan September 1752

Sistem penanggalan romawi pernah mengalami keanehan. Orang-orang yang berada di Inggris dan Amerika mengalami kerusuhan karena mereka tidur pada tanggal 2 September dan terbangun pada tanggal 14 September dan mengira pemerintah telah mengubah sistem penanggalan. Dikutip dari Brilio.net, ternyata memang ada kesalahan penghitungan waktu.

7 September: Pembunuhan Munir

Pembela Hak Asasi Manusia tersebut dikabarkan dibunuh pada saat dia sedang terbang menuju Amsterdam untuk melanjutkan studinya. Sumber Wikipedia mencatat, Munir dibunuh menggunakan racun arsenik yang dengan cepat menjalar ke sekujur tubuhnya.

8 September: Hari Aksara Internasional

Pada tanggal 8 September tahun 1965, PBB menetapkan tanggal tersebut diperingati sebagai International Literacy Day atau Hari Aksara Internasional. Hari Aksara Interasional diperingati untuk meningkatkan kesadaran seluruh pemangku kepentingan pendidikan bahwa masih banyak masyarakat dewasa di dunia yang buta aksara.

11 September: Hari Peringatan Serangan Menara WTC

Pada tahun 2001, dunia gempar karena pesawat Boeing 767 milik United Airlines menabrak gedung kembar WTC di Amerika Serikat. Tabrakan tersebut tentunya menyebabkan gedung lain di sekitar WTC dipenuhi oleh puing-puing karena gedung WTC meledak.

21 September, Hari Perdamaian Internasional

Peringatan Hari Perdamaian Internasional diperingati setiap tahunnya dan didedikasikan untuk perdamaian dunia yang menandakan berakhirnya perang dan kekerasan.

25 September, Hari Jadi Kota Bandung

Pada tahun 1810, Bandung Herman Willem Daendels telah meresmikan pindahnya Kota Bandung yang dipimpin oleh Bupati R.A Wiranatakusumah II. Sejak hari itu, Bandung menetapkan hari jadinya dan selalu merayakannya setiap tahun. 

30 September, Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia

Pada malam tanggal 30 September 1965, diketahui telah terjadi penculikan dan pembunuhan tujuh perwira tinggi militer Indonesia. Peristiwa dikenal pula sebagai 

Peristiwa penting yang terjadi pada tanggal 1 September, bukan hanya di negara Indenesia saja, melainkan banyak sejarah yang dapat kita kenang di negara-negara lainnya.

Berikut adalah beberapa kejadian besar dalam sejarah yang terjadi di seluruh dunia pada tanggal 1 September


1972: Bobby Fischer mengalahkan Boris Spassky dalam pertandingan di Reykjavik, Islandia, dan dinobatkan sebagai orang Amerika pertama yang menjadi juara catur dunia.

1969: Sebuah kudeta tak berdarah menggulingkan Raja Idris dari Libya, dan Muammar al-Qaddafi menjadi kepala negara.

1979: Pesawat antariksa AS, Pioneer 11, mencapai Saturnus.

1971: Qatar, sebelumnya protektorat Inggris, menjadi merdeka.

1951: Traktat ANZUS, perjanjian pertahanan bersama antara Australia, Selandia Baru, dan Amerika Serikat, ditandatangani.

1939: Perang Dunia II dimulai dengan invasi Jerman ke Polandia.

1923: Gempa bumi melanda Tokyo dan Yokohama, Jepang, menewaskan lebih dari 200.000 orang.

1917: Selama Perang Dunia I, Angkatan Darat Kedelapan Jerman menyerang Riga di ujung utara dari barisan Rusia; jatuhnya Riga memicu runtuhnya pemerintah Kerensky di Petrograd (Saint Petersburg), mambuka jalan untuk Revolusi Bolshevik.

1914: Martha, burung passenger pigeon terakhir, mati di Kebun Binatang Cincinnati; spesiesnya, yang dulu mungkin pernah mencapai 25% sampai 40% dari total populasi burung di Amerika Serikat, hancur karena perburuan.

1715: Louis XIV dari Perancis, yang memiliki pemerintahan terpanjang dalam sejarah Eropa (1643-1715), meninggal; Ia disebut Raja Matahari dan membawa monarki absolut ke puncaknya, membentuk pengadilan megah di Versailles, dan bertempur dengan sebagian besar negara-negara Eropa lainnya dalam empat perang.

  • Wahyu Ade Saputra

 

loading...