Skip to main content

Cerita Sulaeman, Senior Waria yang Memilih Pensiun Setelah 12 Tahun Berkiprah

KABARNEWS/Frandi
Sulaeman (Kanan) Bersama Rekannya saat Diamankan. (KABAR.NEWS/Frandi).

 KABAR.NEWS, Makassar - Setelah 12 tahun menjalani pahit getirnya kehidupan menjadi seorang Pekerja Seks Komersial (PSK), Mitha (Nama samaran) akhirnya mengaku insyaf dan memutuskan fokus bekerja di Salon.

 

Mitha, Pria yang lahir dan besar di Pallangga, Kabupaten Gowa 1982 silam dan memiliki nama asli Sulaeman sebelumnya memutuskan menjadi wanita bertubuh pria (waria) dan menjajakan dirinya kepada laki - laki hidung belang sejak tahun 1995.

"Saya mulai menjadi PSK sejak kelas 2 SMP, dan mangkal di lapangan karebosi Makassar, namun sejak direnovasi saya berpindah ke samping monumen Manggala hingga sekarang," ujarnya kepada KABAR.NEWS usai terjaring razia pada Jumat (16/6/2017) malam.

Ia menceritakan sedikit kisahnya, sebagai PSK di kalangan waria, Sulaeman sudah terbilang senior, di mana dirinya bahkan telah tertangkap puluhan kali.

"Waktu itu belum ada satpol yang razia, kita masih kejar - kejaran sama polisi," ungkapnya.

Sebenarnya, kata Mitha, niatnya untuk berhenti menjadi PSK sudah ada sejak dulu, namun himpitan dan kebutuhan ekonomi yang terus memaksanya harus kembali ke pekerjaan tersebut. Tapi ia mengatakan di ramadan tahun ini betul - betul akan pensiun sebagai PSK dan berencana bekerja di sebuah salon milik temannya.

 

Lebih lanjut kata dia, kebanyakan teman seangkatan Mitha sudah banyak yang sukses di Jakarta dan memiliki usaha Salon, dan ada banyak panggilan dari teman - temannya di sana. Namun sangat berat ia meninggalkan tanah kelahirannya. Adapun tarif yang biasa diterapkan Mitha yakni berkisar dari Rp200 ribu hingga Rp250 ribu. 

"Waktu masih muda dulu di atas itu, tapi ya namanya kita bersaing dengan waria muda jadi tarifnya juga diturunkan," tambahnya.

Ramadan tahun ini merupakan berkah bagi dia, bahkan saat tertangkap oleh Satpol PP malam lalu ia memilih untuk mendapat pembinaan dan pencerahan dari Dinas Sosial Kota Makassar.

 

Terpisah, Kepala Bidang Rehabilitasi (Kabid Rehab) Dinas Sosial, Haedar Hamzah mengatakan, selalu ada tempat bagi mereka yang betul - betul ingin berubah. Untuk waria, pihaknya juga telah menjalin kerjasama dengan organisasi waria kota Makassar.

"Kita bahkan ada bimbingan spiritual dan mental, selama ini kita juga terus melakukan kerjasama dengan ketua waria di Makassar ini untuk sama - sama membantu mereka yang ingin berubah dan tidak menjadi PSK," ujarnya kepada KABAR.NEWS

  • Andi Frandi/***