Skip to main content

Cerita Rionald Parubak: Sebelum Dua Adiknya Tewas Bunuh Diri di Bandung

Suasana Rumah duka Keluarga dua bersaudara yang tewas bunuh diri di Bandung. (KABAR.NEWS/Frandi)

 

KABAR.NEWS, Makassar - Jenazah dua bersaudara Elviana Parubak (34) dan Eva Septiany Parubak (28), korban bunuh diri yang melompat dari lantai lima Apartemen Gateway kota Bandung kini telah diibadahkan oleh pihak keluarga sebelum dibawa menuju kampung halaman mereka, Walenrang, Kabupaten Luwu untuk dikebumikan.

 

BERITA TERKAIT : Dua Bersaudari Asal Makassar Tewas Bunuh Diri Lompat dari Lantai 5 Apartemen

 

Ia diibadahkan sesuai kepercayaan umat kristiani, yang berlangsung dengan duka cita di rumah keluarganya di Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Rabu (26/7/2017). Jenazah kedua bersaudara ini tiba di kota Makassar usai diterbangkan dari kota Bandung, Rabu (26/7/2017) pagi, dan selanjutnya akan kembali dibawa ke Kabupaten Luwu pada dini hari.

"Ia akan dikebumikan pada Sabtu mendatang, terlebih dahulu akan dibawa ke kediaman keluarga di Luwu, di sana juga pihak keluarga sudah menunggu untuk kembali dilakukan ibadah,"ujar kerabat dekat korban yang enggan disebutkan namanya.

Melalui kakak kandung korban, yakni Rionald Parubak (39) mengatakan kejadian ini murni bunuh diri lantaran depresi berat yang dialami adik tercintanya sejak tahun 2003. 

"Saya tidak ingin ada anggapan yang tidak - tidak sebagaimana yang ramai diperbincangkan di sosial media, seperti sengaja didorong atau dibunuh, itu semua tidak benar," ujarnya kepada KABAR.NEWS di lokasi.

Ia menambahkan agar kejadian ini tidak usah dibesar-besarkan. 

"Kami sekeluarga ikhlas dengan kepergiannya dan semoga tenang di alam sana, jadi jangan lagi munculkan hal - hal yang tidak masuk akal," tuturnya.

 

BERITA TERKAIT : Jenazah Kakak Beradik Bunuh Diri Lompat dari Apartement Disemayamkan di Makassar

 

Fakta Sebelum Kejadian:

Ibu korban meninggal pada tahun 2003, tak lama berselang korban mengalami guncangan batin, selanjutnya ayah korban menikah dengan wanita lain hingga korban mengalami gangguan kejiwaan, selain keduanya, kakak korban yakni Henny juga mengalami hal yang sama.

"Kini kakaknya masih menjalani perawatan di kota Bogor, ia juga gangguan kejiwaan, sama seperti Elvi dan Eva. Dari kecil mereka memang sangat dimanja oleh mendiang ibunda, segala sesuatu dikerjakan oleh ibu, mereka bahkan dimarahi jika mengerjakan sesuatu seperti menyetrika dan lain - lain," katanya.

Melihat ketiga adiknya mengalami hal tersebut, Rionald kemudian membawa mereka ke kota Bandung untuk menjalani perawatan, ia tinggal di Apartemen (TKP) bersama kerabatnya. 

"Hingga kini kakaknya belum mengetahui kejadian ini, nanti setelah kondisinya membaik baru diceritakan," tutupnya. 

  • Andi Frandi/***