Skip to main content

Cekal Ahmad Dhani, Polisi Menyurat ke Imigrasi

Pnsi
Ahmad Dhani. (Int)

KABAR.NEWS, Jakarta - Musisi sekaligus politikus pendukung Prabowo Subianto, Ahmad Dhani mendapat surat pencekalan oleh Kanwil imigrasi Surabaya.

Surat tersebut merupakan permohonan yang diajukan Polda Jawa Timur kepada Kanwil Imigrasi Surabaya atas kasus ujaran kebencian yang tengah menjerat Ahmad Dhani.

"Diajukan surat permohonan dari polda (Jatim) ke kanwil imigrasi Surabaya," ujar Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo dikutip detikcom.

Dedi membenarkan surat yang diajukan Polda Jatim terkait kasus pencemaran nama baik yang menjerat Dhani. "Ya betul," kata Dedi.

Sebelumnya, Dhani menjadi tersangka kasus pencemaran nama baik. Polda Jawa Timur mengumumkan penetapan tersangka atas Dhani ini dilakukan setelah polisi memeriksa lewat ahli bahasa dan saksi-saksi.

"Dalam kasus yang berujung pada pelaporan itu, kami sudah memeriksa beberapa ahli bahasa, ahli lain, saksi-saksi juga. Kami telah menetapkan yang bersangkutan (Ahmad Dhani) sebagai tersangka," ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera saat jumpa pers di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Kamis (18/10/2018).

Kasusnya adalah ujaran Dhani yang termuat di video Facebook. Saat itu Dhani, yang berada di Hotel Majapahit Surabaya, hendak menghadiri deklarasi tagar 2019 ganti presiden pada Minggu, 29 Agustus 2018. Namun dia dihadang oleh sejumlah anggota Koalisi Bela NKRI, sehingga Dhani harus tetap berada di hotel. Saat itulah dia menyampaikan ujarannya. Dalam videonya, Dhani diduga menyebut orang-orang yang menghadangnya idiot.

"Ini yang mendemo, yang demo ini yang membela penguasa. Lucu, lucu. Ini, ini idiot-idiot ini, idiot-idiot ini. Mendemo, mendemo orang yang tidak berkuasa," ucap Dhani dalam video itu.



loading...