Skip to main content

Cara Mudah Laporkan Kecurangan Pilkada Lewat Aplikasi Gowaslu

Cara Mudah Laporkan Kecurangan Pilkada Lewat Aplikasi Gowaslo
Aplikasi Gowaslu dari Bawaslu yang tersedia di Playstore.

KABAR.NEWS, Makassar - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memiliki aplikasi "Gowaslu" untuk memudahkan masyarakat khususnya di Sulawesi Selatan (Sulsel) melaporkan setiap kecurangan Pilkada serentak 2020.


Semua bentuk indikasi kecurangan dan pelanggaran yang ditemukan selama pelaksanaan Pilkada dapat dilaporkan secara langsung melalui aplikasi berbasis smartphone Android itu.


Baca juga: Pilwalkot Makassar, Appi Pertimbangkan Deng Ical Jadi Wakilnya


Koordinator Humas dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Sulsel Saiful Jihad mengatakan, Gowaslu bertujuan memudahkan pemantau dan masyarakat pemilih dalam mengirimkan laporan dugaan pelanggaran yang ditemukan dalam proses pelaksanaan Pilkada.


"Di Sulsel ada sebanyak 12 daerah yang akan melakukan Pemilihan Kepala Daerah. Selain dari petugas pengawas, Bawaslu butuh dukungan langsung masyarakat, teknologi ini kami harapkan dapat menjadi jembatan untuk meningkatkan kepercayaan diri masyarakat untuk ikut melakukan pengawasan," kata Saiful Jihad dalam keterangan tertulisnya, Kamis (13/2/2020).


Aplikasi ini sudah diluncurkan Bawaslu sejak tahun 2016. Kata Saiful, aplikasi Gowaslu ini dirancang untuk mewujudkan kolaborasi antara pengawas Pemilu dan masyarakat pemilih dalam meningkatkan keberanian dan pelaporan pelanggaran Pilkada.


"Dengan teknologi ini, masyarakat dapat terkoneksi langsung dengan pihak pengawas pemilu dan melaporkan temuan indikasi pelanggaran di lapangan dengan cepat," tambahnya.


Caranya pelaporannya pun cukup mudah. Pertama unduh (download) dan instal aplikasi Gowaslu di ponsel pintar #SahabatBawaslu, lalu berikut ini langkah yang harus dilakukan untuk melaporkan temuan.


Pertama, daftarkan diri anda. Semua masyarakat pemilih yang terdaftar dalam DPT dan pemantau yang terdaftar di KPU dapat mendaftar sebagai pelapor dalam aplikasi Gowaslu. Pengguna diharuskan mendaftar dan mengirimkan data diri. Hal ini untuk menjamin keamanan aplikasi dan kerahasiaan pelapor.


Kedua, lakukan Log In. Masukkan username dan password untuk masuk ke dalam aplikasi.


Setelah berhasil, aplikasi secara otomatis menunjukkan lokasi pelapor, karena itu layanan GPS pengguna harus diaktifkan. Jika lokasi yang muncul kurang tepat, maka dapat menuliskan keterangan tambahan pada kolom yang disediakan. Ini bertujuan memudahkan Pengawas Pemilu mengetahui keberadaan Pelapor dan menentukan tindak lanjut yang akan diambil.


Ketiga, Pelaporan. Kategori laporan pelanggaran Pilkada dalam sistem Gowaslu ada empat yakni; pelanggaran pada data pemilih, alat peraga kampanye, kampanye, dan politik uang.


Pelapor dapat memilih jenis indikasi pelanggaran sesuai dengan pilihan yang disediakan sistem, atau memasukkan secara manual temuannya jika belum tersedia pilihan yang sesuai.


Baca juga: Launching Pilkada Bulukumba, KPU Diminta Jadi "Wasit" yang Adil


Pelapor diminta untuk memberikan keterangan terkait tanggal dan waktu kejadian yang dilaporkan. Selanjutnya deskripsikan kejadian pelanggaran yang ditemukan. Setelah itu, pelapor dapat menyertakan dokumen foto sebagai barang bukti yang menunjang adanya indikasi pelanggaran.


Laporan yang sudah lengkap dapat dikirimkan. Jika berhasil, maka pada layar akan muncul keterangan ‘laporan telah berhasil dikirim’.


Untuk memastikan laporan terkirim, Pengguna akan menerima SMS dari Gowaslu berbunyi ‘Terima Kasih atas Laporannya. Informasi Anda telah diterima oleh Pengawas Pemilu. Salam’.


Semua laporan temuan potensi pelanggaran dari Aplikasi Gowaslu akan masuk ke dalam sistem dan dikaji oleh Pengawas Pemilu.

 

loading...