Skip to main content

Budiman Sudjatmiko: Buzzer Politik Harus Cerdas Olah Data

Politik
Suasana diskusi publik yang diselenggarakan oleh LSPI. (KABAR.NEWS/Ruslan)


KABAR.NEWS, Jakarta - Lingkar Studi Politik Indonesia (LSPI) menggelar diskusi publik tentang Buzzer Politik di Sosial Media, Efektifkah? Di Restoran Ayam Goreng Mbok Berek Ny Umi, Jakarta Selatan, Jumat (12/10/2018)


Budiman Sudjatmiko yang didapuk sebagai narasumber menyebutkan, dirinya memang aktif di media sosial (medsos), namun dia mengaku tidak pernah menggunakan buzzer politik untuk menyerang lawan politiknya di medsos.


Baca Juga: 


"Saya tidak punya buzzer politik satupun, saya pegang sendiri akun media sosial saya, gaya menulis saya twitter, gaya debat saya, semuanya sama, intonasi dan pilihan katanya-pun sama," terang Budiman Sudjatmiko saat diskusi publik.

 
Selain itu lanjut Budiman Sudjatmiko, kecerdasan teknologi harus dibarengi dengan kecerdasan individu pengguna medsos, sehingga postingan di medsos bermanfaat. 


"Ketika teknologi canggih maka alat ini, tools ini makin cerdas maka dia akan sanggup mengenali cara berpikir manusia. Cerdas dalam mengolah data, tetapi harus individu yang cerdas pula," akunnya 


Dimas Akbar Founder Ruang Sandi mengatakan pihaknya yang bergerak sebagai relawan Sandi, memilih mengkampanyekan Prabowo-Sandi terkait program dan visi misinya yang tertuang kedalam koalisi 'Adil dan Makmur'. 


"Kita memilih mengkampanyekan hal yang substansial ketimbang menyerang lawan menggunakan buzzer politik," akunnya. 

  • Ruslan