Skip to main content

Betonisasi Jalan Tidak Rampung, Warga Dusun Bombongi Kompak Tidak Mencoblos di Pilkada

 

KABAR.NEWS, Maros - Sebuah spanduk dengan tulisa yang bernada, menolak terlibat dalam pemilihan, terpampang di pintu gerbang Dusun Bombongi, Desa Tenrigangkae, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Kamis (12/10/2017).


Spanduk tersebut sengaja dipasang oleh warga setempat, sebagai aksi protes terhadap pemerintah setempat yang sampai hari ini belum juga merampungkan pembangunan infrastruktur jalan. Meskipun sudah memasuki 3 kali tahapan penganggaran yang terhitung sejak 3 tahun terakhir.


Kepada KABAR.NEWS, Jufriadi, salah seorang tokoh pemuda setempat mengatakan, masyarakat di dusun ini sudah jenuh dengan betonisasi jalan yang tidak pernah selesai hingga jalan utama.

 

Bahkan, kata dia, masyarakat setempat sudah kompak untuk tidak mengikuti pemilihan nanti, baik di pemilihan gubernur, legislatif, dan bupati.


Pasalnya, daerah pemilihan (dapil) 4 di Kabupaten Maros ini selalu kompak dan antusias dalam mengikuti setiap pemilu yang digelar, namun setelah menduduki jabatan, warga merasa dikucilkan. Terutama dari sektor infrastruktur.


"Lama sekalimi ini kampung begini jalannya, seolah tidak mendapat perhatian penuh dari pemerintah. Giliran ada pengerjaan, hanya sepotong-sepotong saja dikerja, tidak pernah mencukupi. Padahal sudah 3 kali pengerjaan," keluhnya.


Ia menambahkan, kesepakatan untuk tidak terlibat dalam pemilihan sudah dikonsolidasikan dengan para pemuda dan tokoh masyarakat setempat.

 

"Kita juga sudah membangun konsolidasi terhadap pemuda dan tokoh masyarakat, dan ini dilakukan sebagai bentuk protes kami, kenapa pembangunan di daerah kami agak terbelakang, khususnya dalam pembetonan jalan,". bebernya.

 

Terpisah, Kepala Dusun Bombongi, di Desa Tenrigangkae, Kecamatan Mandai, Beddu membeberkan, di Dusun Bombongi pada 2014 lalu terdapat 500 lebih jumlah pemilih, dan pada tahun ini diperkirakan mencapai 600 ratus orang pemilih.

 

"Pada pemilu 2014 lalu itu diperkirakan 500 lebih jumlah pemilih, dan di tahun ini kemungkinan mencapai 600 pemilih," katanya.


Ia mengaku jika masyarakat di wilayah ini kompak untuk tidak terlibat dalam pemilihan nanti, lantaran akses jalan tidak dirampungkan maka ratusan suara di Kecamatan Mandau berpotensi hilang.

 

  • Asiz