Skip to main content

Besok, Kejari Makassar Periksa Dirops PD Pasar Terkait Pungli Pa'baeng-baeng

wefwefwe
Kejari Makassar.

 

KABAR.NEWS, Makassar - Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar, secara bertahap merampungkan berkas untuk langsung melakukan eksekusi terhadap tersangka eks Dirut PD Pasar Raya Makassar, Rahim Bustam. 

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Haedar, mengatakan rampungnya berkas tersangka dalam perkara tersebut setelah pihaknya memeriksa tiga orang saksi meringankan yang diajukan tersangka. 

 

"Jadi besok itu, tiga orang saksinya akan diperiksa, setelah kita periksa kita masuk tahap perampungannya dan bisa jadi langsung kita panggil tersangka," ujar Haedar di Kantornya, Rabu (13/9/2017).

 

Haedar menyampaikan, jika tiga saksi meringankan yang dihadirkan tersangka itu masing-masing adalah Direktur Operasional (Dirops) PD Pasar Raya Jefrie Y Timbo, Kepala Bagian Fisik dan Perencanaan PD Pasar Raya Yusnita dan Kepala Bagian Keuangan PD Pasar Raya Lutfi Gunawan. 

"Ketiga orang itu permintaan dari tersangka langsung  untuk dihadirkan, sesuai dengan KUHAP kita penyidik harus menghargai itu karena itu sesuai dengan aturan," ucapnya. 

Sebelumnya, tersangka korupsi penyimpangan dana sewa lods Pasar Pa'baeng-baeng Timur Kota Makassar, Rahim Bustam mengajukan tiga orang saksi meringankan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar. 

Ketiga pejabat teras lingkup PD Pasar Raya tersebut akan menjadi saksi meringankan untuk dimintai keterangannya terkait peran tersangka Rahim Bustam dalam kasus ini. 

"Jadi beriringan nanti karena kita sementara perampungan berkas, kalau tahap pemeriksaan saksi meringankan sudah selesai nanti akan kita lanjutkan ke tersangka," terang Haedar. 

Saat ditanya, apakah tersangka Rahim Bustam akan langsung ditahan setelah tahap perampungan berkas serta pemeriksaan sejumlah saksi meringankan dari terdakwa telah selesai diperiksa, Haedar mengaku jika itu belum bisa dipastikan. 

"Kita bertindak sesuai perintah atasan itu jelas. Jadi kalau atasan minta ditahan ya pasti kita tahan, tapi kalau tidak pasti kita lanjutkan," tutup Haedar. 

  • Arul Ramadhan