Skip to main content

Begini Cara Pelaku Penipuan Kuras Tabungan Ratusan Nasabah BRI 

Polda Sulsel
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani bersama Dirkrimsus Polda Sulsel Kombes Pol Yudiawan dan Kasubdit V, Unit Cybercrime Polda Sulsel, AKBP Musa Tampubolon, saat konferensi pers di Mapolda Sulsel, Jumat (11/1/2019).


KABAR.NEWS, Makassar - Polda Sulsel berhasil membongkar sindikat penipuan dengan modus pinjaman secara online dengan cara menggunakan website Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang sudah dikloning. Dalam kasus tersebut, Polda Sulsel mengamankan dua pelaku yakni SP (30) warga Wajo dan SD (34) warga Sidrap. 


Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondai menjelaskan kedua pelaku melakukan penipuan dengan cara menggunakan website menyerupai website internet banking BRI atau link Fishing agar dapat menjebak para korban.


Baca Juga:


"Link Fishing tersebut disebarkan melalui SMS Caster kepada calon korban (nasabah) dengan cara random atau acak yang berisikan pinjaman online dengan syarat mudah bunga rendah melalui creditrupiah.com," ucap Dicky Sondani, saat konferensi pers di Mapolda Sulsel, Jumat (11/1/2019).


Lanjut Dicky, dalam pinjaman online tersebut, korban harus mempunyai rekening BRI yang terdaftar pada Internet Bangking dan di dalam rekening tersebut harus ada dana minimal 10 persen dari nilai pinjaman yang akan diajukan. Selanjutnya, korban diarahkan untuk mengisi identitas pada website.


"Dengan terisinya data korban, maka terekamlah username (email) dan password korban (nasabah) sehingga pelaku dapat dengan mudah mengambil uang yang ada di rekening korban," tambahnya.


Lebih jauh, Dicky menyebutkan bahwa sebenarnya kedua tersangka memiliki teknik atau cara masing-masing dalam melakukan penipuan online. Namun, untuk korbannya sama yakni para nasabah BRI. 


"Mereka ini jaringan berbeda tapi mempunyai korban yang sama yakni nasabah Bank BRI," terangnya.


Dari operasi tersebut, setidak 115 nasabah BRI menjadi korban dengan total kerugian mencapai Rp 1,4 miliar. Dicky mengaku saat ini Polda Sulsel masih melakukan penyidikan untuk menjadi pelaku lainnya yang terlibat dalam sindikat ini. 


"Kita masih melakukan penyelidikan dan penangkapan terhadap pelaku lainnya yang masih DPO. Seperti rekan dari Suparman bernama Nursyam dan rekan dari Sudirman masing-masing bernama Cambang, Ucing, Ersan dan Elma," tutup Dicky Sondani.

 

  • Lodi Aprianto

 

loading...