Skip to main content

Beda dengan Gubernur, Pemkot Makassar Sudah Izinkan Mal Buka

kabar.news
Salah satu Mal di kota Makassar. Makassar (KABAR.NEWS/Irvan Abdullah) 

 

 

KABAR.NEWS, MAKASSAR - Pemerintah Kota Makassar telah memberikan izin membuka Mal di Kota Makassar. Namun izin tersebut ternyata mendapat teguran Pemerintah Pusat, sehingga Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah mengatakan belum membuka Mal yang ada.

 

Berdasarkan keterangan Kepala Satpol PP Kota Makassar, Iman Hud bahwa Mal-Mal di Kota Makassar bahkan sudah dibuka. Hal ini kata Iman merujuk pada Perwali No. 31 Tahun 2020 tentang protokol kesehatan.

 

"Sudah buka, ketika berlaku perwali 31/2020 otomatis semua beroperasional, pada saat beroperasional, kita tim sudah turun pada hari H pertama itu sudah turun dengan camat untuk setiap mal, untuk menyiapkan syarat protokol kesehatan," kata Iman saat dihubungi, Kamis (28/5/2020).

 

Mal dibuka berdasarkan aturan Protokol Kesehatan dari Pemkot Makassar.  Sehingga Pemkot tak ragu memberikan izin pembukaan.

 

"Karena syarat mal itu dibuka harus memenuhi protokol kesehatan, siapkan cuci tangan, jaga jarak kalau pun ada misalnya tempat cafe nya itu disesuaikan. Tetap buka.”

 

Iman mengatakan bahwa hampir semua aturan yang ditetapkan Pemkot dipatuhi para pengusaha. Maka itu, diperbolehkan membuka usahanya, termasuk Mal.

 

"Para pengusaha harus mematuhi hampir 80%,  memenuhi yang dimaksud, cuci tangan sanitizer dan menggunakan masker," kata Iman.

 

Menurut Iman, pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai leading sektor dalam pembukaan Mal tersebut.

 

"Saya sudah sampaikan kepada Disdag untuk memanggil pengusaha mal yang masuk kategori harus memenuhi syarat protokol," lanjutnya.

 

Iman mengaku bahwa berbagai pihak pun akan ikut mengawasi protokol kesehatan di setiap mal.

 

"Sehingga hari selasa kami rapat dengan semua mal tapi walaupun selesa kita rapat tim ini sudah bekerja semua, camat untuk melaksanakan besok mulai itu serentak jadi setiap mal itu ditempatkan tim kesehatan dari Disdag PTSP dan satpol untuk mengawasi," tuturnya.

 

Dalam Perwali, kata Iman, jelas protokol kesehatan yang ditetapkan untuk pengusaha jika ingin kembali membuka usahanya, termasuk Mal. Maka pihaknya tak segan jika harus menindaki pengusaha yang tak tertib aturan Perwali tersebut.

 

"Itulah dikatakan yustisi protokol 31, artinya kalau ada masyarakat atau pemilik usaha yang 1;-3 kali melanggar pasal tersebut itulah yang kita tindaki. Jadi kita masih menyesuaikan dengan tahapan sosialisasi, " katanya.

 

Sebelumnya, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah menegaskan fasilitas umum seperti mal masih ditutup sampai ada kebijakan pusat untuk diperbolehkan. Pasalnya, saat ini semua sudah satu garis komando yakni sesuai aturan Pemerintah Pusat.

 

"Nggak, nggak (mal), tadi sudah dipertegas. Tidak ada kebijakan daerah kebijakan pusat kita satu komando," tegas Nurdin Abdullah di Posko Covid-19 Manunggal, Kamis sore, (28/5/2020).

 

 

  • Penulis: Fitria Nugrah Madani/B

 

 

 

 

Flower

 

loading...