Skip to main content

“Banyak WNA Dekati Wanita Indonesia untuk Dimanfaatkan”

kabar.news
Vivi Haryono (51) saat menjelaskan kepada wartawan terkait penipuan yang dialaminya, di salah satu restoran di Kota Makassar.(Kabar.news/ Reza)

 

 

KABAR.NEWS, MAKASSAR - Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LBH APIK) Sulawesi Selatan (Sulsel) ikut menyoroti kasus warga Makassar yang jadi korban penipuan oleh Warga Negara Asing (WNA). LBH APIK menyebut, banyak imigran yang berada di Indonesia khususnya di Sulsel kini tengah melakukan pendekatan terhadap para wanita WNI.

 

Salah satunya kasus dugaan penipuan yang dialami seorang pengusaha Vivi Haryono (51) di Kota Makassar. Vivi jadi korban dugaan penipuan yang dilakukan oleh oknum WNA asal Iran. Koban dijanjikan akan dinikahi dan telah memberikan uang senilai ratusan juta rupiah, namun tak kunjung juga dipinang.

 

Direktur LBH APIK Sulsel, Rosmiati Sain mengungkapkan, kasus ini pun harus menjadi perhatian serius, agar masyarakat terkhusus para wanita di Indonesia tidak gampang termakan bujuk rayu para pria WNA.

 

"Ini kasus begini kayak fenomena gunung es, kelihatan yang cuma datang melapor cuma yang tidak terdeteksi atau tidak terlihat lebih banyak lagi. Tapi kasus ini memang harus jadi perhatian karenakan pelakunya dari WNA korbannya orang sini (Indonesia). Imigran kan sekarang banyak di Indonesia, dan mulai mendekati perempuan-perempuan di sekitar wilayah tempat tinggalnya, domisilinya. Nah sekarang kita penting untuk memberikan pemahaman ke WNA itu supaya mereka tidak mengalami penipuan," katanya kepada KABAR.NEWS, di salah satu restoran di Kota Makassar. Rabu (5/8/2020).

 

Kata Rosmiati, kebanyakan wanita di Indonesia merasa bangga jika punya teman maupun berhubungan asmara dengan pria asal negara luar. Sedangkan setelah diajak ke jenjang yang lebih serius para WNA ini ternyata hanya menipu.

 

"Kan ada orang biasa merasa bangga punya teman WNA, bahkan menjalin hubungan, akhirnya mereka menuntut untuk dinikahi, nah kan ini imigran bermasalah ini banyak. Yang mengherankan itu ada imigran yang mau menikahi orang Indonesia, tapi dia maksudnya dia tidak mempunyai apa-apa, dia hanya datang menipu. Padahal di dalam UUD kita Indonesia, itukan sudah ada bahwa WNA yang mau menikahi WNI itu harus menyimpan uang, menyetor uang sekian ratus juta sebagai jaminan," ungkapnya.

 

Dari catatan LBH APIK Sulsel, kasus dugaan penipuan dengan modus drama percintaan ini dan menimpa VH ini merupakan kali pertama yang terjadi di Kota Makassar.

 

"Jadi ini kasus pertama kali (di Makassar) baru terangkat, tapi mungkin saja ada yah tapi kan kita tidak tahu dan dia tidak melaporkan," pungkasnya.

 


Berita terkait: Berharap Dinikahi, Pengusaha di Makassar Ditipu Pria Iran


Diberitakan sebelumnya, seorang pengusaha di Kota Makassar jadi korban dugaan penipuan yang dilakukan oleh oknum Warga Negara Asing (WNA) asal Iran. Koban dijanjikan akan dinikahi dan telah memberikan uang senilai ratusan juta rupiah.


Korban bernama Vivi Haryono. Perempuan berumur 51 tahun itu terjerabak dalam modus drama percintaan, yang dilakukan sindikat penipu WNA tersebut. Kelompok penjahat itu terdiri dari beberapa orang, satu di antaranya adalah wanita.


"Memang mereka ini sindikat, Siavash itu mantan pacar saya. Ternyata belakangan saya tahu kalau dia pacaran sama Sharareh. Kalau Baback ini yang kendalikan kelompok WNA Iran, dia penerjemahnya ini Siavash. Ada lagi satu orang namanya Jalal itu yang kenalkan saya ke orang-orang ini," jelas Vivi saat ditemui wartawan di salah satu restoran di Kota Makassar, Rabu (5/8/2020).

 

 

  • Penulis: Reza Rivaldy/B

 

Flower

 

loading...