Skip to main content

Aktivis Greta Thunberg Tolak Penghargaan Dewan Nordik

Greta Thunberg Tolak Penghargaan Dewan Nordik Senilai Rp700 Juta
Aktivis lingkungan Greta Thunberg. (Instagram/gretathunberg)

KABAR.NEWS, California - Aktivis lingkungan, Greta Thunberg, menolak penghargaan lingkungan yang diberikan oleh Dewan Nordik atau dewan negara Eropa Utara.


Hadiah sebesar 500.00 kronor Swedia (£ 40.000) atau setara Rp720 juta dari penghargaan itu, ditolak Greta dengan alasan bahwa gerakan protes perubahan iklim tak butuh penghargaan.


Baca juga: Peran PM Ethiopia Sehingga Diganjar Nobel Perdamaian 2019

"Saya ingin berterima kasih kepada Dewan Nordik untuk penghargaan ini. Ini adalah kehormatan besar," kata Greta pada unggahan akun Instagramnya, dikutip KABAR.NEWS, Rabu (30/10/2019).


"Namun pergerakan iklim tidak membutuhkan penghargaan lagi. Yang kita butuhkan adalah politisi kita dan orang-orang yang berkuasa mulai mendengarkan ilmu pengetahuan terbaik yang ada saat ini."


Menurut laporan BBC, selain penghargaan dari Dewan Nordik, aktivis lingkungan berumur 16 tahun tersebut juga menjadi favorit untuk memenangkan hadiah Nobel Perdamaian 2019, tetapi penghargaan itu diberikan kepada Perdana Menteri Ethiopia, Abiy Ahmed.


Menurut Greta Thunberg, negara-negara Nordik yang beranggotakan lima negara termasuk negara asalnya yakni Swedia, memiliki reputasi luar biasa dalam hal masalah iklim dan lingkungan.


"Tetapi ketika menyangkut emisi aktual kami dan jejak kaki ekologis kami per kapita - jika kami memasukkan konsumsi kami, impor kami serta penerbangan dan pengiriman - maka itu adalah cerita lain," kata Greta, yang kini jadi ikon gerakan protes perubahan iklim.


Baca juga: Didemo Jutaan Warganya, Presiden Chile Copot Semua Menteri

Presiden Dewan Nordik, Hans Wallmark, mengatakan organisasi itu menghormati keputusan Greta Thunberg dan menyebut gerakannya "alasan yang baik untuk semua orang".


Dengan penolakan penghargaan bergengsi ini, Greta Thunberg masuk dalam deretan tokoh dunia yang menolak penghargaan bereputasi baik. Menurut BBC, salah satu yang menolak penghargaan adalah Filsuf Eksitensialisme, Jean-Paul Sartre.


Sartre menolak penghargaan nobel sastra pada tahun 1964 dengan alasan dia selalu menolak penghargaan resmi karena tak ingin diubah menjadi institusi.

 

loading...