Skip to main content

Aiptu Purwanto, Brimob "Ahli" Pupuk Maggot Dapat Kesempatan Ikut Sekolah Perwira

Aiptu Purwanto, Brimob "Ahli" Pupuk Maggot Dapat Kesempatan Ikut Sekolah Perwira
Aiptu Purwanto (kanan) bersama petani saat memberi edukasi tentang pupuk hayati cair. (IST/HO)

KABAR.NEWS, Makassar - Personil Brimob Polda Sulsel, Ajun Inspektur Satu atau Aiptu Purwanto, si pengembang pupuk organik Maggot tak lama lagi bakal mengikuti pendidikan sekolah perwira.


Kesempatan tersebut diraih Purwanto sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan dari Kapolri Jenderal Idham Azis atas keterlibatan pria kelahiran Purworejo itu dalam memajukan sektor pertanian Indonesia.


Baca juga: Aiptu Purwanto, Anggota Brimob Kembangkan Pupuk Maggot BSF untuk Para Petani


"Alhamdulillah, dapat penghargaan dari bapak kapolri untuk sekolah. Ini karena pupuk pak," ujar Purwanto kepada KABAR.NEWS lewat sambungan telfon belum lama ini.


A

Aiptu Purwanto berhasil mengembangkan pupuk dengan memanfaatkan sampah organik yang diurai oleh Maggot Black Soldier Fly (BSF) atau cairan telur dari lalat tentara hitam. Pengembangan pupuk ini di Indonesia terbilang langka.

Pria kelahiran 18 Mei 1976 itu mengembangkan pupuk hayati cair yang diberi nama Bio Maggot Teratai dan Bio Maggot Terarai Plus (Perangasang bunga dan buah) serta kompos tindis maggot (kompos premium) berbekal industri rumahan.


Saat ditugaskan Polri ke Provinsi Papua belum lama ini, Purwanto mengaku kerap memberikan edukasi kepada para petani terkait pengembangan tanaman hortikultura khususnya, mengenai penggunaan pupuk hayati cair dan pengolahan sampah organik.


"Terima kasih atas doa, bantuan dan dukungan ta untuk pupuk hayati cair dan pengolahan sampah organik," kata Purwanto.


Baca juga: Kisah Inspiratif Kakek 8 Cucu, Raih Gelar Sarjana Hukum di Usia 61 Tahun


Upaya suami empat anak itu untuk mengembangkan pupuk hayati cair butuh waktu yang cukup lama. Dia harus belajar dari laboratorium ke laboratorium, menemui sejumlah professor yang ahli di bidang tersebut.


Selain itu Purwanto mengatakan, meski nantinya telah berpangkat perwira, dia akan tetap turun memberi edukasi pertanian ke para petani apabila diizinkan institusinya.


Bahkan menjelang sekolah inspektur polisi, Purwanto telah mendapat permintaan dari masyarakat Kabupaten Toraja Utara, Sulsel hingga dari Kementerian Pendidikan.


"Bulan 3 ada permintaan dari tana toraja untuk presentasi tentang pengolahan sampah organik dan sosialisasi pupuk hayati cair bio teratai. Bulan 4 sudah ada permintaan dari kementerian pendidikan dan masyarakat papua utk pembuatan pupuk organik dan pembuatan kompos premium," tandas Purwanto.


a

Aiptu Purwanto menegaskan segala upayanya mengembangkan pupuk Maggot tak lain sebagai bentuk pengabdian dan komitmen institusi Polri dalam swasembada pangan Indonesia.

 

Flower

 

loading...