Skip to main content

5 Orang Ditetapkan Tersangka Kasus Korupsi Jembatan Bosalia Jeneponto

Polres Jeneponto
Plt Kasubag Humas Polres Jeneponto AKP Syahrul.(Foto: Akbar Rasyad)



KABAR.NEWS, JENEPONTO - Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Jeneponto, terus mengust kasus dugaan korupsi Proyek Pembangunan Jembatan Bosalia di, lingkungan Bosalia, Kelurahan Sidendre, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto.

 

Berdasarkan hasil gelar perkara yang dilakukan oleh penyidik, ditetapkan lima orang tersangka dalam kasus itu. Salah satunya merupakan bekas Kepala Dinas PU Jeneponto Abdul Malik Sikki.

 

Penetapan tersangka tersebut dibenarkan Kepala Sub Bagian Hubunagn Masyarakat (Kasubag Humas) Polres Jeneponto, AKP Sahrul. Ia mengatakan, kelima tersangka tersebut bakal segera dipanggial dalam waktu dekat ini.

 

"Tersangka lainnya yakni AA Selaku PPTK, RM selaku PPK, AS selaku bendahara pengeluaran, dan MTT selaku pelaksana proyek. Dalam waktu dekat ini akan dilakukan pemanggilan terhadap para tersangka untuk dilaukan penyidikan lebih lanjut," jelasnya, saat diwawancara wartwan di Markas Polres Jeneponto, Rabu (21/08/2919).

 

AKP Sahrul menjelaskan, kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Jembatan Bosalia ini menimbulkan kerugian negara mencapai Rp644 juta, dari anggaran Rp4 Miliar yang bersumber dari dana APBN tahun 2016.

 

"Kerugian negara dari kasus ini diperkirkan Rp600 juta. Anggara proyeknya Rp4 miliar," jelasnya.

 

Penetapan tersangka dalam kasus ini pasca dilakukan pengeledahan di Kantor Bupati Jeneponto, pekan lalu. Saat itu polisi mengamankan beberapa barang bukti untuk memproses perkara tersebut.

 

"Proses pengembangan penyelidikan ini memang ada kaitannya pasca dilakukan pengeledahan kemarin di Kantor Pemda Jeneponto. Ada beberapa bukti yang diamankan saat itu," pungkasnya.

 

Diketahui proyek pembangunan Jembatan Bosalia dikerjakan oleh PT. Trikarya Utama Cendana. Anggaran proyek dikelola oleh Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Jeneponto pada 2016 lalu. Dalam kasus ini, diduga ada mark up hingga menyebabkan negara merugi hingga Rp644 juta.

 

*Akbar Razak


 

 

loading...