Skip to main content

5 Alasan Kenapa Kamu Wajib Coba Martabak Corner Makassar

Yg
Martabak Corner Makassar. (KABAR.NEWS/Irvan Abdullah)

KABAR.NEWS, Makassar - Martabak, atau dalam bahasa Arab disebut mutabbaq' yang berarti dilipat menjadi primadona jajanan yang tidak pernah lekang oleh zaman.

Berasal dari Yaman dengan populasi mayoritas orang India, martabak yang mulanya berbahan dasar telur dan kulit roti dan rendang ini berkembang pesat hingga ke wilayah Arab dan Asia Tenggara.

Singkat cerita, Indonesia menjadi salah satu wilayah yang sukses menjajakan makanan sejuta umat tersebut dengan berbagai inovasi yang bikin geleng-geleng kepala. 

Seiring berjalannya waktu, muncul lah dua kategori martabak, yakni yang varian rasa manis (kadang disebut terang bulan) dan martabak asin. 

Tidak berhenti sampai di situ, para pelaku usaha kini menambah varian rasa dan berinovasi dari martabak yang sudah dipisahkan dalam dua jenis tersebut.

Salah satunya yakni Martabak Corner yang berasal dari Makassar, Sulsel. 

Sekilas, Martabak Corner seperti Martabak modern yang dijajakan pada umumnya. Namun ternyata, ada keunikan tersendiri yang dimiliki Martabak Corner hingga menjadikan usaha yang dibangun 4 tahun lalu itu menjadi rujukan penikmat martabak di Makassar.

Jdj

Martabak Corner di jalan Hertasning. 

1. Diolah dari bahan berkualitas

Setiap orang pasti percaya, makanan yang diolah dengan bahan berkualitas, akan menghasilkan produk yang tidak mengecewakan juga.

Nah, kira-kira seperti itu prinsip yang kekeh dipegang sang pemilik, Abdullah Umar sebelum membuat martabak Corner.

"Saya ngambil bahan semuanya lokal tidak ada yang import, jadi kualitasnya terpercaya dari petani kita," kata Dul, sapaannya.

Dul bilang, pilihan rasa martabak tuna menjadi pilihan primadona di martabak Corner, alasannya tentu karena kualitas tuna yang disajikan tidak main-main.

"Kebetulan saya punya sanak saudara yang bekerja di eksportir tuna, nah saya juga ngambil pasokan di situ, jadi kualitas tuna kita memang nomor satu," kata pengusaha yang doyan masak ini.

"Dalam waktu dekat kami juga akan memproduksi keju sendiri, jadi lebih sehat dan higienis," sambungnya.

2. Banyak varian rasa

Seperti diketahui, martabak original memiliki satu varian rasa saja, yakni rendang.

Namun, menurut pria berkacamata ini, rasa original dari martabak perlu dikembangkan lagi mengikuti perkembangan zaman dan selera pasar

"Rasa martabak yang original saya kembangkan lagi jadi varian gulai, Tom Yam, tuna dan di terang bulan ada banyak toping kekinian," jelasnya.

Nj

Owner Martabak corner, Abdullah Umar.

3. Sehat dan aman bagi 

Biasanya, martabak menjadi kuliner paling menakutkan bagi mereka yang memiliki kolesterol tinggi.

Nah, dari alasan itu sehingga sang owner membuat jenis martabak yang aman dikonsumsi bagi pengidap kolesterol. 

"Jadi di sini ada tom yam gurita. Gurita ini baik untuk pengidap kolesterol jadi bisa jadi rujukan makan martabak tanpa takut kolesterol naik."

4. Punya tempat nongkrong santai

Di perjalanan usaha yang sudah menginjak tahun keempat ini, martabak corner sudah memiliki 6 gerai di wilayah Makassar-Gowa, Sulsel. Euforia konsumen membuat sang owner ingin memanjakan pecinta martabak corner dengan membangun kedai sederhana yang terletak di sisi jalan Hertasning, Makassar.

Nuansa santai dan kekinian menjadi tawaran tempat nongkrong baru sambil menjajaki kuliner lezat ala martabak Corner.

"Suatu ketika, saat hujan saya melihat pelanggan saya sangat banyak dan mereka saling berdesak-desakan untuk sekedar antri, dari situ saya berpikir untuk menyediakan tempat yang layak bagi konsumen."

5. Harga tidak bikin kantong jebol

Setelah mengulas sederet kekayaan dan keunikan rasa martabak corner plus tempat nongkrong asiknya, yang menjadi pertanyaan adalah mengenai harga.

Tenang saja, harga cukup ramah bagi kantong anak muda. Harga martabak dibandrol dari Rp12.000 sampai dengan Rp35.000 sedang untuk terang bulan mulai dari harga Rp15.000 sampai dengan Rp50.000. Cukup ekonomis bukan?