Skip to main content

31 Pengacara Alumni IPMIL Kawal Kasus UU ITE di Palopo

31 Pengacara Alumni IPMIL Kawal Kasus UU ITE di Palopo
Kuasa Hukum Pelapor Kasus ITE di Palopo, Hari Ananda Gani. (IST/HO)

KABAR.NEWS, Palopo - 31 orang menjadi kuasa hukum atas kasus dugaan tindak pidana pencemaran nama baik melalui Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang dilaporkan eks Ketua Ikatan Pelajar Indonesia Luwu (IPMIL) Raya UIM, Andri Mirsam, di Polres Kota Palopo, Sulawesi Selatan.

 

31 pengacara yang ditunjuk Andri tergabung dalam alumni IPMIL Raya dari berbagai generasi. Mereka antara lain, Lukman Wahid, Hermawan Rahim, Suherman Bahran, Habibi Masdin dan lainnya.


Baca juga: Tiga Gadis Tersangka Penista Agama Terancam Pasal Berlapis


Ketua Tim Kuasa Hukum IPMIL Raya, Hari Ananda Gani, mengatakan, pendampingan hukum terhadap Andri sebagai bentuk soliditas sesama kader atau alumni organisasi.


"Dengan rasa kepedulian dan rasa solidaritas kami sebagai sesama Kader IPMIL, tentu terpanggil untuk membela hak-hak dan kepentingan hukumnya sebagai pelapor," ujar Hari dalam keterangan tertulisnya kepada KABAR.NEWS, Rabu (20/5/2020).


Dia menjelaskan, kliennya tersebut telah melaporkan akun Facebook bernama Syamsiar Syam atas dugaan tindak pidana pencemaran nama baik melalui ITE pada Kamis (14/5/2020) ke Polres Palopo. Pelaporan itu diharap ditindaklanjuti polisi secara profesional dan komprehensif.


"Oleh karena ini terkait nama baik seseorang dan klien kami telah mengalami kerugian, baik secara moril maupun materil," katanya.


Menurut Hari, pasal yang disangkakan untuk menjerat terlapor adalah pasal 27 juncto Pasal 36 juncto Pasal 51 UU ITE. Dia bersama 30  kuasa hukum Andri akan membeberkan fakta-fakta seluruh kejadian terkait dugaan tindak pidana yang dilaporkan.


Duduk Perkara Kasus


Pelaporan Andri ke polisi berawal dari postingan link berita berjudul FKJ Serahkan Sembako "Ramadhan Berbagi" di Boting Binturu pada forum diskusi (grup) Facebook 'Palopo Live'.


Melihat postingan itu, Andri lantas ikut menuliskan komentar "Jaga jarak kk" dengan maksud agar para pembagi sembako tetap menerapkan jaga jarak aman atau physical distancing pencegahan Covid-19.


Komentar Andri lantas direspons oleh akun Facebook Syamsiar Syam dengan menulis kata-kata sebagai berikut:

 

"Prokator ini la t** a** ee apakah maumu kau kurang ajar !! Ini statusmu digrup Kanit Intel Wara hapus hati hati saya kau!"


Baca juga: Judas Tak Takut Jika Anggota DPRD Palopo Gulirkan Angket


Menurut Andri, dalam laporan pengaduannya ke Polres Palopo, kata-kata dan atau komentar yang ditulis akun Facebook milik terlapor membuat dirinya keberatan.


Belakangan diketahui, setelah Andri melaporkan kasus tersebut, terlapor juga membuat laporan ke polisi dengan perkara yang sama.


Ada pun nama-nama 31 pengacara yang ditunjuk Andri Mirsan pada kasus ini:


1. Hari Ananda Gani, S.H
2. Abd Azis Saleh, S.H, M.H
3. Andi Ikra Rahman, S.H
4. Habibi Masdin, S.H, M.H
5. Hermawan Rahim, S.H
6. Suherman Bahran, S.H
7. Dicky Prayogo, S.H
8. Taufiq Rusdin. S.H
9. Erik Saputra, S.H
10. Lukman Wahid, S.H
11. Andi Jaya Adiputra, S.H
12. Adi Kusuma, S.H
13. Juhardi, S.H
14. Muh. Ayyubi Sudono Salim, S.H
15. Abdul Akram, S.H
16. Torezki Madjuk, S.H
17. Abdul Gaffar, S.H
18. Bambang Hedi, S.H
19. Lucky Syamsur, S.H, M.H
20. Kusmianto, S.H, M.H
21. Agus Melas, S.H, M.H
22. Untung Amir, S.H, M.H
23. Sulfikar, HR, S.H
24. Irfan, S.H.
25. H. Hasan Basri, S.H
26. Saharuddin, S.H
27. Eko khoirul, S.H
28. Hary Zulfikar, S.H
29. Ryanto, S.H
30. Syaiful, S.H
31. Gita Larasati, S.H

 

Flower

 

loading...